Langsung ke konten utama

PPDB 2018

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Tak terasa sudah di penghujung tahun dalam menjalani lika-liku kegiatan belajar dan mengajar 2017/2018 di MI Muslimin. Segala bentuk kegiatan dari mulai KBM, ekstrakurikuler, PHBI, bimbingan olimpiade Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Pekan Olahraga Madrasah AKSIOMA, dll. Semua kegiatan hebatnya dilakukan dengan penuh SEMANGAT walau banyak hambatan dalam pelaksanaannya.  
MI Muslimin kembali membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2018/2019 sejak 01 Mei 2018 lalu. MI Muslimin sebagai madrasah/sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia hadir dengan program pendidikan secara holistik, dan mengedepankan aspek pendidikan agama bagi para peserta didik sebagai nilai plus dalam membantu orang tua memenuhi tuntutan pendidikan bagi putra-putrinya. 
Keunggulan prestasi Akademik dan Non Akademik siswa-siswi MI Muslimin juga sangat membanggakan, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun tingkat provinsi jawa barat. Siswa-siswi MI Muslimin  meraih berbagai prestasi, seperti meraih juara II Kaligrafi tingkat provinsi Jawa Barat, Juara I tingkat kabupaten di bidang kaligrafi dan olimpiade Matematika, dan Juara I Bola Voli Putra dan Putri serta Bulutangkis Putra. semoga prestasi tersebut menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain dan para orangtua untuk terus menggali potensi putra-putrinya dalam mencapai prestasinya.
Melihat prestasi dan potensi besar yang didukung dengan tenaga pendidik profesional yang dimiliki MI Muslimin, sudah selayaknya putra-putri Bapak/Ibu untuk mendapatkan pendidikan di kampus MI Muslimin yang berlokasi di Jl. Simatupang No.56 Kp. Pangarengan Rt.02/02 Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Kami juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya daerah sekitar kecamatan Ciranjang untuk menyekolahkan anak didiknya di MI Muslimin Kec, Ciranjang Kab. Cianjur. Dukung terus pendidikan madrasah!!!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana tapi Wah

Ini tulisan Eneng Elis Aisah tentang Madrasah kami yang Ia posting diblognya: e elisaisah.blogspot.co.id Silahkan membaca! Madrasah selalu dianggap sebelah mata, itu yang selalu saya rasakan. Dibandingkan dengan sekolah yang berada dibawah Kementerian Nasional, Sekolah Kemenag atau Madrasah masih dianggap sekolah kelas 2. Sayang sekali. Padahal hari kemarin saya menemukan hal yang berbeda di sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang saya kunjungi. Seorang guru kelas enam sibuk membereskan ruangan kelas. Ia lalu lalang kesana kemari hendak menempatkan stiker yang telah dibuatnya semenjak malam. Dari luar kelas, Ibu guru yang satu lagi sibuk mencari tempat sampah. Ia membawa 3 tempat sampah dan memperlihatkanya kepada Guru kelas 6 tadi. Guru kelas 5 dan guru kelas 6 ini sedang sibuk membuat sebuah areal untuk praktek haji. Sebuah meja ditarik ke tengah ruangan. Lalu meja itu diberdirikan. Kemudian meja tersebut ditutup dengan kain yang dibawa anak-anak. “Kiswah ala Muslimin”, celote...

Anak Sungai Citarum yang Hilang Mengharumkan*

Akhirnya saya mendapat giliran menjadi ketua kobong. Jabatan yang biasa diterima oleh setiap santri yang notabene paling lama menghuni kobong tidak peduli apakah sudah bisa ngaji atau pun belum. Pun, saya terpilih bukan karena bisa ngaji melainkan karena menjadi santri yang paling lama dibanding dengan lain. Terlebih lagi, saya adalah mantan anak sekolahan yang lebih sering bolos ngajinya. Siang itu kobong 2a yang saya pimpin kedatangan santri baru. Dua orang nun jauh dari Karawang. Kakak beradik yang masih lugu dan polos. Kakaknya cantik berkulit putih, sementara adiknya manis berkulit sawo matang. Kehadiran mereka seperti kejatuhan meteor dari luar angkasa, sebab memberi  warna baru. Kobong menjadi semakin semarak dan maju. Mereka rajin, pintar, dan solihah. Terlebih lagi kakaknya, ia kelihatan paling cerdas, rajin, dan kreatif dalam mengaji. Sebagai ketua kobongnya, saya merasa salut. Bayangkan saja setiap selesai mengaji,  sang kakak mengajak adiknya mutholaah dan ...

Menjadi Sahabat Muslimin

Perkenalkan nama saya Eneng Elis Aisah. Saya bukan guru MI Muslimin melainkan Guru MTs. Negeri 3 Cianjur.  Perkenalan dengan MI Muslimin ini bisa dibilang lama juga bisa dibilang baru. Sebagai seorang Kesiswaan di MTs. Negeri 3 Cianjur, saya sering mengunjungi MI untuk dalih Penerimaan Peserta Didik Baru yang saya lakukan sejak tahun 2012. Namun selama itu, hati saya belum tertambat seperti sekarang ini. Adalah Porseni Guru Tahun 2018 lah, yang membuat saya semakin mengenal MI ini. Sebagai perwakilan kecamatan Ciranjang dari cabang pidato Bahasa Inggris putri, saya bertemu dengan Bu Hj. Neneng Guru MI Muslimin yang juga atlit Kaligrafi Putri Ciranjang. Kami sering berbagi informasi sebelum kepergian juga menjadi semakin akrab setelah Porgur Kuningan itu. Bahkan sekarang saya telah diangkat menjadi adik pulung Bu Hj. Neneng yang selalu menyuruh saya ini itu khususnya berkaitan dengan teknologi. MI Muslimin sangat kecil. Namun dari kecilnya itu saya menemukan kekuatan, keh...